Powered By Blogger

Tuesday, May 12, 2009

Prinsip 90/10

Kemarin2 ini gua dapet email tentang 'prinsip 90/10', waktu pertama kali baca, pikir gua, 'hmm.. bener juga ya... bagus nih email..' skrg pas mode 'merenung' gua lg 'on' jadi merenung deh...

Prinsip 90/10 itu berbicara soal 10 % kejadian dalam hidup kita ga bisa dikendalikan / terjadi di luar kendali kita tapi yg 90 % bisa dikendalikan, yaitu reaksi kita sama kejadian2 yg 10 % itu.

Misalnya aja (krn suasana hati gua lg 'love mode' jadi mentok2nya otak gua cuman bisa mikir hal2 yg berhubungan dengan itu deh..) Qta abis putus sama pacar dan alasannya putus karena dia selingkuh. Nah, itu kan kejadian yg diluar kendali Qta.. wong kita udah berusaha buat jadi pacar yg baik, setia, imut, suka menolong, dan tidak suka memaksa ^^ hehehe.. Kejadian itu ga bisa kita kendaliin tapi Qta bisa ngendaliin reaksi qta. Apakah kita mau berlarut2 dalam kesedihan trus ujung2nya bunuh diri? Atau kejadian itu jadi trauma yg mendalam? Atau beralih profesi jadi playgirl demi memuaskan rasa kekesalan 'n patah hati kita? Atau kita akan menangis, curhat2an ma sahabat 'n kemudian 'move on'? (klisenya sih.. masih banyak ikan di laut, masih banyak cowo di dunia hehehe) Semua itu adalah pilihan yg bisa kita pilih.

Reaksi kita itu nantinya akan membawa kita pada kejadian selanjutnya. Kalau kita memilih buat membiarkan hal tsb itu bikin trauma maka apa yg terjadi? Qta akan merasa jadi cewe paling menderita di dunia, trus kalo ada cowo yg deketin kita, Qta bakalan ngerasa gundah 'n mungkin menyakiti cowo itu dan ga bisa dapetin 'heppy ending' yg qta inginkan. Tapi, kalau misalnya kita memutuskan buat 'move on', bisa aja kita menemukan pasangan lain yg akan berakhir 'heppy ending' kayak di film2 disney deh ^^

Jadi, yg perlu diingat adalah.. apapun masalah / kejadian yg kita alamin, Qta bisa mengendalikan 90 % reaksi kita. Perasaan kalau masalah yg qta sedang hadapi itu berat 'n bikin stres berat bisa kita atasin dengan mengendalikan reaksi / cara pandang kita terhadap masalah tersebut.

No comments:

Post a Comment