Duu... Ini cerita bagus bangeeeeettt (T.T)
*******
Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.
Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."
Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita." Dia memandangku dan berkata,"Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."
Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis.
Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek. Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?" Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.
Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."
Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata.Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu." Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"
Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."
Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apayang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan... Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.
*******
Semoga aku bisa menjadi orang seperti itu. Menyediakan bahu untuk orang lain yang membutuhkan.
Semoga aku menemukan orang yang seperti itu. Yang mau menyediakan bahunya untukku ketika aku menangis =)
Jadi, inget, dulu (lupa pas kapan ya?? SMP ato SMA) Satu hari gua ngerasa sedih banget (lupa juga apa alasannya). Waktu itu gua (yang biasanya pantang menunjukkan air mata di depan orang lain termasuk ortu) nangis di halaman belakang (duduk meringkuk gitu di sofa sambil berlinang air mata) Trus ga lama, mami liat n kaget gitu liat gua nangis (Wong, biasanya ga pernah gitu looh... kecuali waktu masih kecil kali yee..) n nanya "Kenapa?" Gua ga langsung jawab, (cuma bisa diem dengan ingus dimana2 hehe... masih sesengukan...) Berhubung si mami udah mau pergi banget, jadi mami ga nanya lagi, dia cuma bilang, "Mami pergi dulu. Nanti ya.." Yo weis, aku ditinggal menangis seorang diri. Tapi, sampe mami pulang pun dan sampai detik ini... pertanyaan itu tidak diajukan kembali ke gua dan gua jg emang ngga punya kebiasaan untuk langsung nyelonong kasih jawaban atas pertanyaan yang tertunda sampe orang itu menanyakan untuk kedua kalinya. Sampe saat ini juga, gua ngerasa sedih setiap kali inget kejadian itu.

No comments:
Post a Comment